The Slider

ahanamasa

Titulo

BANJIR BANDANG DI HUMBAHAS!!!

Pasca Longsor dan Banjir Bandang di Humbahas, 1 Tewas Puluhan Rumah Hanyut

Jan 26, 2007 at 08:03 AM
Doloksanggul (SIB)

Pasca longsor dan banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Humbahas (Humbang Hasundutan)terutama di Kecamatan Tarabintang, Senin (22/1) malam lalu, menyebabkan seorang tewas bernama L Sihotang (59). Ia tewas karena tertimpa tanah longsor dan terseret air bercampur lumpur dan batu-batuan.

Menurut informasi dari masyarakat, L Sihotang penduduk Napasingkam Kecamatan Tarabintang saat kejadian tidur di ladang.

Selain korban jiwa, puluhan rumah dan harta benda juga hanyut dibawa air bercampur lumpur seperti rumah milik Rendi Situmorang, Manel Mungkur di Dusun Laemaga Desa Sitanduk Tarabintang yang hanyut dan hanya tinggal bekas lantainya saja. Kemudian puluhan rumah penduduk yang rusak akibat terjangan longsor dan banjir seperti rumah A Mungkur dan beberapa rumah lainnya juga mengalami kerusakan akibat terkena terjangan banjir bercampur lumpur. Bahkan ratusan hektare sawah milik penduduk rusak parah karena tertimbun tanah longsor bercampur batu, sehingga lahan persawahan penduduk yang sudah siap tanam akhirnya gagal karena samai atau bibit padi sudah rusak tertimbun lumpur dan batu-batuan.

Bupati Humbahas Drs Maddin Sihombing MSi saat di lokasi longsor bersama Kapolres Humbahas AKBP GP Hutajulu SH, Wakil Ketua DPRD Humbahas Kristian Situmorang dan anggotanya Esra Sinaga SE, Luhut Sihotang dan Tiopan Simamora SE, staf Pemkab Humbahas dan Polres Humbahas serta Kodim 0210/TU, Danramil Doloksanggul Kapten Inf H Gultom, Rabu (24/1) merasa prihatin atas kejadian tersebut dan berusaha memberikan penghiburan kepada seluruh keluarga yang terkena musibah dan meminta kepada masyarakat Tarabintang agar tetap waspada terhadap daerah-daerah yang rawan terhadap bahaya longsor. “Kita berdoa kepada Tuhan agar kejadian seperti yang kita alami sekarang ini tidak terjadi lagi dan kepada seluruh keluarga yang terkena musibah diberikan Tuhan kekuatan dan lindungan sehingga tetap tegar dalam menghadapi musibah,” ujar Maddin Sihombing. Kepada warga yang terkena musibah, Bupati Humbahas memberikan kata-kata penghiburan dan juga beras “sipir ni tondi” dengan maksud agar warga yang terkena musibah selalu tegar dan tetap berserah diri kepada Tuhan agar tetap dalam lindungan-Nya.

Sementara itu akibat kejadian tersebut, Kecamatan Tarabintang beberapa hari ini menjadi gelap gulita. Hal itu disebabkan kabel-kabel listrik terputus dan sejumlah tiang listrik banyak yang rusak. Selanjutnya, untuk meringankan beban warga yang terkena musibah Pemkab Humbahas telah memberikan bantuan bahan-bahan makanan dan peralatan rumah tangga melalui Posko yang dibentuk di kecamatan. Bantuan yang diberikan Pemkab Humbahas akan disalurkan dan dikoordinir oleh setiap camat masing-masing.

Sementara itu bantuan awal dari Dinas Sosial Pempropsu telah tiba di Kabupaten Humbahas dan bantuan tersebut telah disalurkan melalui Posko Bencana Alam di Kecamatan Pakkat dan Tarabintang. Diharapkan agar bantuan selanjutnya dapat diberikan Pempropsu kepada Kabupaten Humbahas mengingat jumlah korban yang begitu banyak dan tersebar di beberapa desa.

Kabag Infokom Osborn Siahaan BA melaporkan bahwa jalan menghubungkan Kecamatan Pakkat Humbahas menuju Kecamatan Andam Dewi Tapteng sudah mulai diperbaiki sehingga transportasi sudah mulai bisa melintas. Namun para pengemudi masih hati-hati karena takut terjadi longsor susulan.

Kristian Situmorang, Kamis (25/1) mengatakan, sesuai dengan tinjauannya langsung ke lapangan selain korban jiwa, juga banyak sarana dan prasarana yang rusak seperti 7 jembatan ambruk diterjang banjir bandang. Jalan-jalan rusak sehingga transportasi menghubungkan Kecamatan Parlilitan-Pakkat dan Tarabintang putus. Selanjutnya jalan menghubungkan Pakkat-Andam Dewi Tapteng masih sulit dilalui mobil karena kondisi jalan propinsi tersebut sangat memprihatinkan. Jalan propinsi Doloksanggul-Onanganjang-Pakkat hingga perbatasan Tapteng sangat rawan longsor bahkan terancam terputus. Bila hal itu tidak segera diantisipasi maka hubungan transportasi antara Humbahas dengan Tapteng akan lumpuh total. Dalam kunjungan wakil rakyat itu, selain meninjau lokasi juga memberikan kata-kata penghiburan supaya tabah menghadapi musibah dan berdoa supaya hal serupa jangan terulang kembali. Sesuai dengan data yang diperoleh Wakil Ketua DPRD Humbahas Kristian Situmorang dari Camat Tarabintang bahwa 29 rumah hanyut, 23 rusak berat, sedikitnya 200 hektare persawahan hancur bahkan ratusan binatang peliharaan hilang terbawa arus sungai. Bahkan ada kerbau terseret arus sungai hingga 4 kilometer.

recent

Powered by Blogger.