Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Titulo

recent

The Slider

ahanamasa

featured posts

berita
PAKKAT Huta Salak Na Tabo

Huta Na Denggan.

Keistimewaan


Keindahan

Dipenuhi dengan pesona alam yang indah yang memanjakan mereka yang mengunjunginya.

Keramahan

Keramahan warganya dipenuhi dengan suasana keakraban jalinan sosial yang damai dan harmonis.

Strategis

Lokasinya yang strategis. Terletak di antara Danau Toba dengan Barus. Dua daerah yang kaya sejarah.

Kemudahan

Mudah dijangkau dan dikunjungi, baik dari Singki, Barus atau dari Dolok Sanggul dan lain sebagainya.

Ingin belajar di Pakkat?
Atau ingin kursus !

KLIK DI SINI

Label


Barita Sibaritahon
Our Recent Posts

Monday, July 02, 2018

Menko Darmin: Jaga Ketahanan Ekonomi Indonesia, Ekspor Harus Digenjot

 
ilustrasi
SOPO JAHA PAKKAT -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut, untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia tidak cukup hanya dengan menaikkan suku bunga acuan. Ada hal lain yang lebih mendesak untuk dikerjakan, yakni meningkatkan ekspor yang selama ini pertumbuhannya selalu di bawah impor.

Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan siang tadi memutuskan menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps). Suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate kini jadi 5,25 persen dan berlaku mulai hari ini.

"Upaya yang paling penting dan mendesak adalah memperbaiki ekspor agar pertumbuhannya enggak kalah dengan impor, sehingga neraca perdagangannya yang 6-7 bulan terakhir sudah terlanjur negatif, harus didorong berubah jadi positif," kata Darmin saat ditemui di Hotel Borobudur, Jumat (29/6/2018). (selanjutnya)

Sunday, June 24, 2018

#SumutBerduka: Ulama dan Tokoh Masyarakat Batak Berdoa untuk Korban Tenggelamnya #KMSinarBangun di #DanauToba #PrayforDanauToba

 
SOPO JAHA PAKKAT -- Sejumlah ulama dan tokoh masyarakat Batak berdoa untuk korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara.

Hari ini, Tuan Syeikh Ahmad Sabban Rajagukguk, tokoh sufi dan peradaban Simalungun, melakukan shalat ghaib kepada mereka yang menjadi korban di Tigaras, Simalungun. Tigaras merupakan tujuan kapal sebelum tenggelam setelah berangkat dari Simanindo, Samosir.

Hal itu terlihat dalam sebuah postingan di akun Facebooknya:

"SHOLAT GHAIB DAN DOA UNTUK KORBAN KAPAL TENGGELAM DANAU TOBA

Kami menyeru dan mengajak seluruh kaum muslimin dan terkhusus masyarakat muslim Tigaras Kab Simalungun serta keluarga korban. Kita bermunajat, berdoa, mengadu kepada Allah dengan SHOLAT MAGHRIB BERJEMAAH, SHOLAT GHAIB, SHOLAT HAJAT DAN DOA-DOA DI MASJID AL JAMI' HIKMAH TIGARAS Kawasan terdekat titik tenggelamnya kapal tersebut," tulisnya.

Sebelumnya sejumlah tokoh lintas agama juga telah melakukan doa bersama dan tabur bunga di Danau Toba. (baca)

Tidak ketinggalan ucapakan duka dan doa juga disampaikan oleh jajaran pengurus Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) DPC Humbahas melalui akun media sosial. (baca)

Lihat juga: Suara Duka Para Tokoh yang Masuk Bursa Capres/Cawapres2019 atas Musibah Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Info tenggelamnya kapal kayu ini juga cepat beredar di grup whatsapp Punguan Muslim Pakkat di Jakarta dan Sekitarnya (PMPS). Mantan Ketua PMPS, H. Julkifli Marbun, MA, yang juga pernah menjadi anggota Penasihat Jamiyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) 2012-2017, ini mengajak segenap anggota PMPS untuk melakukan doa bersama di tempat masing-masing melalui sebuah ajakan dari blog Haji Humbahas.

Tidak ketinggalan Ketua PD Muhammadiyah Tapanuli Utara, Ust. H. Elmunir Aritonang, mengungkapkan dukanya melalui akun Facebook serta memberi masukan untuk perbaikan sistem, sarana dan prasaran transportasi air di Danau Toba ke depannya. (baca)



Egoisme dan Lunturnya Kesetiakawanan: Warganet Batak Kesal KMP Sumut II Tinggalkan Korban #KMSinarBangun #DanauToba #PrayforDanauToba

 
ilustrasi
SOPO JAHA PAKKAT -- Informasi KMP Sumut II yang meninggalkan korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba (baca) baru-baru ini membuat warganet Batak kesal dan mengungkapkan kemarahannya di media sosial.

Hal itu dapat terlihat dalam beberapa kolom komentar Facebok dari media Tribunnews (baca). Walau ada yang mendukung kebijakan yang diambil KMP Sumut II yang hanya mengangkut tiga penumpang dari air, akan tetapi lebih banyak warga net yang marah karena tidak mengangkut semuanya. Setidaknya bisa mengurangi korban.

Bagi yang lahir di Bonapasogit atau di daerah masyarakat Batak (ada tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba) sudah terbiasa dengan nasihat orang tua agar menjauhkan diri dari musibah. Mengapa? karena meminta tolong di daerah ini akan sangat sulit.

Baik itu karena medan musibah seringkali jarang manusia, di hutan atau di danau, maupun karena kebiasaan.

Mungkin tulisan ini berupa otokiritik kepada sesama masyarakat Batak, bahwa sudah saatnya kebiasaan buruk (walau pun ada juga yang baik) ditinggalkan.

Dulu ketika infrastruktur jalan di daerah Batak belum beraspal, pemilik mobil biasanya akan mengasah keterampilan tinggi agar mobil tidak sampai terjebak di lumpur di tengah hutan. Karena bagaimanapun akan sangat sulit untuk meminta tolong. Kalaupun ada perkampungan dekat lokasi, itupun akan butuh waktu lama negosiasi karena berhubungan erat dengan uang.

Perlu diingat, tidak ada tim SAR di perkampungan dan pedalaman. Kalaupun ada pegawai Kantor Desa yang bertugas untuk mengatasi musibah, tetap saja ujungnya adalah uang yang jumlahnya sangat relatif yang bisa dimaknai 'habis-habisan'.

Begitu juga jika ada mobil mobil masuk jurang, maka tingkat kesulitan akan semakin tinggi. Penderitaan bisa sampai batas maksimum terbawah kemanusiaan.

Lucunya, ketika ada pihak yang terketuk hatinya untuk menyediakan berbagai alat penyelamat seperti dongkrak, rantai penarik dll demi memudahkan sesama yang tertimpa musibah, karena terlalu sering terjadi, tidak jarang orang baik seperti ini akan dibenci. Mengapa? ya itu karena dikira mengurangi potensi pemasukan warga sekitar. What?

Contoh lain. Pada tahun 1995, sebuah rombongan anak sekolah berwisata ke Danau Toba. Mereka lalu menyewa perahu untuk keliling Danau Toba. Perahu diisi dengan sekitar 40 orang.

Tingkat keselamatan kapal itupun sangat rendah. Terbukti ketika para siswa ingin melihat pemandangan ke kiri, para siswapun ada yang penasahan untuk bergeser ke kiri. Hasilnya, kapalpun oleh ke kiri dan hampir terbalik.

Tidak ada peringatan sebelumnya dari kapal mengenai tingkat keselamatan, cara memakai baju pelampung dan lain sebagainya karena semuanya tampaknya sangat sederhana.

Uniknya, kegembiraan dalam mengarungi Danau Toba bisa berumah menjadi kecewa karena pemilik perahu bisa saja menambah uang tambahan dengan berbagai alasan. Misalnya, jalurnya terpaksa lebih jauh dan ini itu yang merusak suasana.

Lagi, pada saat siswa berenang dipantai, yang masuknya bayar. Salah satu di antara siswa ada yang terseret arus ke tempat yang dalam. Gurupun meminta tolong dengan beberapa pria di tempat yang menjaga pantai dan menerima ongkos masuk.

Lucunya, beberapa pria yang memegang pelampung itu ogah untuk menyelamatkan. Alasannya, penyelamatan itu ada biayanya. Jikapun diiyakan, pria 'penyelamat' itu meminta agar dibayar di depan, karena dia mengaku bahwa banyak orang yang tenggelam di Danau Toba, tidak memberi uang terima kasih setelah diselamatkan.

Dengan negosiasi yang begitu panjang, beruntung ada seorang siswa yang bisa berenang tadinya tidak ikut berenang karena jalan-jalan ke warung, langsung terjun ke danau menyelamatkan temannya itu.

Korbanpun dapat diselamatkan dan negosiasi batal. Pria petugas itupun berlalu tanpa perasaahan bersalah. Hei, di mana kesetaikawanan?

Mungkin saat ini, pengalamat itu akan tidak akan terulang karena bisa saja sudah ada petugas yang profesional.

Lihat di sini berita KM Sinar Bangun

Baca di sini komentar marahnya warga net kepada Kapten KMP Sumut II pada kolom komentar (lihat)

Thursday, June 21, 2018

Bisa Dijangkau dari Pakkat, Ini Wisata Air Terjun Simolap, Simatabo, Parlilitan

 

Tuesday, June 19, 2018

#SumutBerduka: Kapal Tenggelam, Begitu Bobroknyakah Fasilitas #Wisata #DanauToba? #Eramas #Djoss

 
ilustrasi
SOPO JAHA PAKKAT -- Warga Sumatera Utara berduka dengan musibah tenggelamnya kapal di danau Toba (baca) yang sampai sekarang masih menyisakan puluhan orang hilang.

Banyak netizen menyuarakan pendapatnya di media sosial, sebegitu bobroknyakah fasilitas wisata Danau Toba? Kok tidak berizin dan tidak bermanifest? Jangan-jangan baju pelampung juga tidak tersedia.

KNKT yang bertanggung jawab dalam investigasi kecelakaan angkutan kini sudah turun tangan. (baca).

Gubernur Sumatera Utara (baca), paslon di pilgubsu Eramas (baca) dan Djoss (baca) juga turut berbelasungkawa dalam kejadian ini.

Mungkin saatnya dilakukan standarisasi fasilitas wisata di Danau Toba untuk kemajuan bersama.

Wednesday, May 23, 2018

Tuan Guru Suka Jadi, Syech H Muhammad Syukur Munthe Meninggal Dunia

 
SOPO JAHA PAKKAT -- Bupati Labuhanbatu H.Pangonal Harahap bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melayat ke rumah duka tokoh Labuhanbatu Utara, Ketua Parsulukan Thariqat Naqsabandiyah Setia Jadi dengan wafatnya Tuan Syech H Muhammad Syukur Munthe, tutup usia usia 83 tahun, Senin (21/5/2018) kemarin.

Tampak ribuan masyarakat se-Kabupaten Labuhanbatu Raya dari berbagai kalangan Forkompida, Labura dan Labuhanbatu, ASN, Toda, toga, tomas menghadiri pemakaman Tuan Syech H. Muhammad Syukur Munthe. (Baca riwayat almarhum)

Dalam takziah itu, Bupati Pangonal Harahap tampak akrab bersama Bupati Labura Khairuddin Syah Sitorus di rumah duka di Persulukan Suka Jadi, Desa Damuli Pekan, Kabupaten Labura, Sumut.

Kabag Protokoler Pemkab Labuhanbatu, Supardi Sitohang, Selasa (22/5/2018) menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu turut berduka cita atas wafatnya Tuan Guru Suka Jadi, Syech Syukur Munthe.

"Kiranya jiwa Tuan Guru tenang di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Amin Ya Salam," kata Supardi singkat. (sumber)

Wednesday, April 18, 2018

Rihold Sihotang, Putra Tolping Pakkat, Bupati Asahan 1989-1999

 
SOPO JAHA PAKKAT -- Masyarakat Kabupaten Asahan, Rabu (3/8/2014) berkabung atas meninggalnya Mantan Bupati Asahan, Rihold Sihotang, di usia 74 tahun.

Rihold adalah Bupati Asahan dua periode, periode pertama di 1989-1994 dan periode dua di 1994-1999.

"Turut rasa duka, masyarakat asahan melakukan salat Ghaib di masjid Agung, Achmad Bakrie Kisaran" terang Kepala Bagian Humas Setdakab, M Ajim Manik, kepada GoSumut, melalui selulernya.

Ia juga mengatakan, pelaksanaan salat gha1ib yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa turut berduka cita yang mendalam dari warga Asahan.

“Pak Rihold wafat di Bandung, kita dari Pemkab Asahan melakukan salat ghaib. Dan salat juga diikuti oleh Wakil Bupati serta sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Asahan, “ kata Ajim usai melaksanakan sholat.

“Semoga almarhum khusnul khotimah, diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan ditempat yang sebaiknya di Surga Allah, “ tutur Ajim. (sumber)

Anggota DPR Puji Potensi Wisata Alam Humbahas

 
SOPO JAHA PAKKAT -- Wakil Ketua Komisi V DPR RI Michael Wattimena berpendapat banyaknya potensi pariwisata di Kabupaten Humbang Hasudutan, Provinsi Sumatera Utara, harus ditunjang pemajuan pembangunan infrastruktur yang baik.

Diharapkan nantinya akan menarik wisatawan untuk berkunjung, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah.

“Jika biasanya kita sebagai wisatawan hanya tahu destinasi Danau Toba, tapi ternyata ada potensi pariwisata lain di Kabupaten Humbahas yang bisa dikembangkan. Jika ini mau dikembangkan, maka harus ditunjang dengan infrastruktur yang baik,” ungkap Michael Wattimena di sela-sela kunjungan kerja spesifik guna melakukan peninjauan pembangunan infrastruktur dan transportasi di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut, Kamis (13/7/2017).

Dalam kunjungannya yang didampingi Bupati Humbahas, mereka bersama-sama melihat kondisi infrastruktur khususnya bidang pariwisata yang ada di Kabupaten Humbahas.

Menurut pantauan Michael, kondisi jalan tampak rusak parah. Ia pun berharap pembangunan infrastruktur pariwisata dapat segera dipercepat.

“Oleh karena itu, Komisi V DPR merasa perlu mendorong masalah ini dalam anggaran tahun 2018. Secepatnya kami akan lakukan rapat dengan mitra dari Komisi V DPR terkait dengan pembangunan infrastruktur dalam menunjang pariwisata yang ada di Kabupaten Humbahas,” ujar Michael.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi V DPR Anthon Sihombing. Politisi F-PG itu turut mendorong percepatan pembenahan infrastruktur pariwisata yang ada di Kabupaten Humbahas. Menurutnya, berbagai potensi yang ada di Humbahas, dipastikan menarik untuk dikunjungi wisatawan.

“Objek-objek wisata yang indah dan bersejarah sangat banyak di sini. Ada Danau Toba, arung jeram, kita juga bisa melihat taman bunga yang sebelumnya juga sudah pernah dikunjungi oleh Presiden Jokowi, lalu ada makam Sisingamangaraja XII. Dengan panorama yang indah dan bersejarah itu, tentunya ini akan mengundang wisatawan untuk berkunjung. Maka dari itu pembangunan infrastruktur ini harus kita dorong,” ungkap Anthon.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor menilai kedatangan Tim Komisi V DPR merupakan sebuah momentum demi terselenggaranya pembangunan infrastruktur di daerah yang dipimpinnya.

“Oleh karena itu kami berharap, dengan adanya kunjungan Komisi V DPR ini, Kabupaten Humbahas bisa mendapatkan porsi anggaran yang pas dan tepat agar ekonomi masyarakat bisa berkembang dan meningkat di kemudian hari,” harap Dosmar. (sumber)

Akka Parpakkat

Cara Berkunjung


Jakarta
Cara Ro Sian Jakarta

Boi do Sian Bandara Kuala Namu Manang Silangit. Manang turun di Bandara Fl Tobing di Sibolga

Starting at $100 Get in touch
Medan
Jalan Darat Sian Medan

Boi do melalui Parapat tu Dolok Sanggul manang Sidikkalang tu Dolok Sanggul baru ma tu Pakkat.

Starting at $10 / trip Get in touch
Barus
Ro Sian Barus Tapanuli Tengah

Pengunjung sian Tapanuli Tengah manang Sibolga roma melalui Barus, nakkok tu ginjang tu Pakkat.

Starting at $5 / trip Get in touch
Singkil
Ro Sian Aceh

Boi do lewan Manduamas dohot Barus manang sian Sidikkalang lanjutma tu Dolok Sanggul-Pakkat.

Starting at $10 / trip Get in touch

Contact Us


MARBUN
Jaringan Blog
Sian Huta

112-345-678
marbun.blogspot.com

Bingung do pe dalan tu Pakkat?
Sukkun ma di son !