The Slider

ahanamasa

Titulo

Balai Desa Doloksanggul Terbakar

Balai Desa Dolok Sanggul milik Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) kini rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah, Rabu (6/1) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa kebakaran sempat menggegerkan warga kota Doloksanggul. Sebab, bangunan Balai Desa yang terletak di pusat kota Doloksanggul tersebut dekat dengan pemukiman warga, beberapa kantor pemerintah serta SPBU, bahkan bersebelahan dengan kantor Kesatuan Bangsa dan Ketertiban Umum (Kesbang Tibum) Humbahas yang di dalamnya juga ada unit Petugas Pemadam Kebakaran (P2K).

Keterangan dari salah seorang saksi S P Simamora (60) pemilik SPBU Doloksanggul bahwa kepulan asap pertama sekali terlihat dari bagian belakang bangunan. Asap terlihat membungbung diikuti dengan kobaran api yang sangat besar.

Simamora juga menyayangkan lambannya petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil pemadam stand by di lokasi tidak segera sigap melakukan penyemprotan air. "Saya kecewa dengan petugas pemadam, dimana Balai Desa yang berada di sebelah kantornya terbakar tidak bisa dikendalikan. Saya sempat melihat api selama 15 menit berkobar, barulah tim pemadam melakukan penyemprotan air. Ini sungguh keterlaluan," katanya dengan nada kesal.

Kobaran api yang cukup kuat akibat angin kencang sempat membuat kantor P2K ikut terbakar. Selain itu, untuk menghindari api meluas, sejumlah bangunan pemukiman warga sempat dibongkar. "Kita terpaksa membongkar sebagian dinding bangunan yang rapat dengan gedung untuk menghindari meluasnya api," ujar M Sihombing, salah seorang warga yang turut membantu memadamkan.

Saksi lainnya, Uma Bagus Lumban Gaol (31) pemilik warung kopi yang tinggal disebelah kiri Balai Desa turut mengatakan bahwa sumber api dari bagian belakang. "Saya tiba-tiba melihat kepulan asap yang sangat tebal dari bagian belakang," katanya. Menurut warga lainnya, Uma Bagus sempat pingsan saat kejadian tersebut.

Kekecewaan warga cukup beralasan, karena di awal kebakaran, dua unit mobil pamadam terlihat parkir di depan gedung yang terbakar. Ironisnya, kedua unit mobil pemadam tersebut malah nyaris terbakar. Sejumlah warga terpaksa membantu mendorong salah satu mobil yang dalam keadaan rusak tersebut.

Wakil Bupati Humbhas, Marganti Manullang didampingi Asisten Pemerintahan, Onggung Silaban, Kabag Umum, Lamhot Hutasoit, Kabag Humas, SDV Sihombing mengatakan bahwa selama ini pihaknya selalu menginstruksikan agar seluruh mobil pemadam tetap terawat dengan baik, sehingga tidak menganggu tugas penyelamatan pemadam jika ada kejadian mendadak. "Kita belum tahu pasti penyebab kerusakan dua unit mobil tersebut, tapi akan dicek secepatnya. Kejadian ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi pemerintah Humbahas," ujar Marganti.

Kapolsek Doloksanggul, AKP Junaidi mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kebakaran. Namun masih dalam tahap penyelidikan "Sementara sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek di bagian atas bangunan. Bangunannya sudah tua, kemungkinan besar ada kabel-kabel listrik yang rusak, sehingga terjadi kontak arus pendek," terangnya.

Api dapat dipadamkan satu jam kemudian, namun kondisi bangunan Balai desa tersebut sudah rata dengan tanah dan tak satupun barang di dalamnya yang sempat diselamatkan.tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sebelum api padam, tiga unit mobil pemadam kebakaran sempat datang dari daerah Tobasa sebanyak satu unit dan dari Tapanuli Utara sebanyak dua unit.

recent

Powered by Blogger.