The Slider

ahanamasa

Titulo

Meski Membandel, Terduga Koruptor Tobasa Didemo Terus

Jumat, 31 Agustus 2007 03:10 WIB
Aksi Demo Tuntut Bupati Tobasa Memanas
Balige, WASPADA Online

Aksi unjukrasa menuntut Bupati Tobasa St Drs Monang Sitorus, SH.MBA yang dituduh melakukan korupsi Rp3 miliar ditangkap ke kantor bupati, Kamis (30/8) berlangsung 'panas'. Pasalnya ribuan massa aliansi masyarakat bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) berusaha menyegel kantor bupati namun dihalang-halangi pihak kepolisian.

Tindakan itu dilakukan ribuan massa karena Bupati Tobasa dianggap tidak menghargai masyarakatnya lagi dengan bertindak arogan sebab tidak pernah mau menghadapi aspirasi masyarakat yang telah melakukan aksi hingga 5 kali berturut-turut. Pengamatan Waspada, ribuan massa yang memaksa hendak menyegel kantor bupati berujung menjadi aksi dorong dengan aparat kepolisian yang berupaya menghalang-halangi dipimpin langsung Kapolres Tobasa AKBP Alisman Nainggolan.

Walaupun orator massa seorang PNS Christian Manurung berteriak meminta aparat kepolisian untuk tidak menghalangi penyegelan namun Kapolres Tobasa tetap tegas dan mengatakan hingga titik darah terakhir akan mempertahankan serta menjaga keamanan situasi kantor bupati.

Begitu juga Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus yang mengatakan," kami sudah upayakan melalui Asisten I Pemerintahan untuk menghubunginya tapi sedang ada kunjungan kerja ke kecamatan." Alasan itu tidak membuat ribuan massa menjadi lemah. "Jika Bupati Tobasa tidak mau hadir maka kami akan tetap bertahan dan akan terus berupaya menyegel kantor ini," kata orator massa.

Ribuan massa kemudian tetap meminta Bupati Tobasa turun dari tampuk kepemimpinan karena dituding telah melakukan tindakan korupsi mengambil uang dari kas daerah sebesar Rp3 M. Sebelumnya, ribuan massa yang datang menaiki puluhan kendaraan bermotor pertama kali melakukan aksi ke kantor DPRD Tobasa. Namun karena Ketua DPRD Tumpal Sitorus didampingi Wakil Ketua Baktiar Tampubolon dan Firman Pasaribu bersama anggota dewan Mangatas Silaen, Undan Sitinjak, Hasoloan Silalahi, Jonang MP Sitorus, Jonggara Manurung, Parulian Gurning dan Viktor Pane, lamban hadir, massa kemudian berpindah.

Setelah melihat para wakil rakyat itu keluar akhirnya ribuan massa mengajak mereka ke kantor bupati. Namun keberadaan para wakil rakyat membuat amarah pengunjukrasa meluap. Massa menuding DPRD lamban karena tidak mampu menonaktifkan bupati koruptor. Kejadian saling debat mendebat pun terlihat karena para wakil rakyat itu tidak menerima ucapan massa dan membela diri telah bekerja maksimal untuk menjalankan fungsinya mengontrol kinerja bupati.

recent

Powered by Blogger.