Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Titulo

recent

The Slider

ahanamasa

featured posts

berita
Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Sunday, January 10, 2010

Balai Desa Doloksanggul Terbakar

 
Balai Desa Dolok Sanggul milik Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) kini rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah, Rabu (6/1) sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa kebakaran sempat menggegerkan warga kota Doloksanggul. Sebab, bangunan Balai Desa yang terletak di pusat kota Doloksanggul tersebut dekat dengan pemukiman warga, beberapa kantor pemerintah serta SPBU, bahkan bersebelahan dengan kantor Kesatuan Bangsa dan Ketertiban Umum (Kesbang Tibum) Humbahas yang di dalamnya juga ada unit Petugas Pemadam Kebakaran (P2K).

Keterangan dari salah seorang saksi S P Simamora (60) pemilik SPBU Doloksanggul bahwa kepulan asap pertama sekali terlihat dari bagian belakang bangunan. Asap terlihat membungbung diikuti dengan kobaran api yang sangat besar.

Simamora juga menyayangkan lambannya petugas pemadam kebakaran. Dua unit mobil pemadam stand by di lokasi tidak segera sigap melakukan penyemprotan air. "Saya kecewa dengan petugas pemadam, dimana Balai Desa yang berada di sebelah kantornya terbakar tidak bisa dikendalikan. Saya sempat melihat api selama 15 menit berkobar, barulah tim pemadam melakukan penyemprotan air. Ini sungguh keterlaluan," katanya dengan nada kesal.

Kobaran api yang cukup kuat akibat angin kencang sempat membuat kantor P2K ikut terbakar. Selain itu, untuk menghindari api meluas, sejumlah bangunan pemukiman warga sempat dibongkar. "Kita terpaksa membongkar sebagian dinding bangunan yang rapat dengan gedung untuk menghindari meluasnya api," ujar M Sihombing, salah seorang warga yang turut membantu memadamkan.

Saksi lainnya, Uma Bagus Lumban Gaol (31) pemilik warung kopi yang tinggal disebelah kiri Balai Desa turut mengatakan bahwa sumber api dari bagian belakang. "Saya tiba-tiba melihat kepulan asap yang sangat tebal dari bagian belakang," katanya. Menurut warga lainnya, Uma Bagus sempat pingsan saat kejadian tersebut.

Kekecewaan warga cukup beralasan, karena di awal kebakaran, dua unit mobil pamadam terlihat parkir di depan gedung yang terbakar. Ironisnya, kedua unit mobil pemadam tersebut malah nyaris terbakar. Sejumlah warga terpaksa membantu mendorong salah satu mobil yang dalam keadaan rusak tersebut.

Wakil Bupati Humbhas, Marganti Manullang didampingi Asisten Pemerintahan, Onggung Silaban, Kabag Umum, Lamhot Hutasoit, Kabag Humas, SDV Sihombing mengatakan bahwa selama ini pihaknya selalu menginstruksikan agar seluruh mobil pemadam tetap terawat dengan baik, sehingga tidak menganggu tugas penyelamatan pemadam jika ada kejadian mendadak. "Kita belum tahu pasti penyebab kerusakan dua unit mobil tersebut, tapi akan dicek secepatnya. Kejadian ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi pemerintah Humbahas," ujar Marganti.

Kapolsek Doloksanggul, AKP Junaidi mengatakan pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kebakaran. Namun masih dalam tahap penyelidikan "Sementara sumber api diduga berasal dari hubungan arus pendek di bagian atas bangunan. Bangunannya sudah tua, kemungkinan besar ada kabel-kabel listrik yang rusak, sehingga terjadi kontak arus pendek," terangnya.

Api dapat dipadamkan satu jam kemudian, namun kondisi bangunan Balai desa tersebut sudah rata dengan tanah dan tak satupun barang di dalamnya yang sempat diselamatkan.tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sebelum api padam, tiga unit mobil pemadam kebakaran sempat datang dari daerah Tobasa sebanyak satu unit dan dari Tapanuli Utara sebanyak dua unit.

Thursday, November 05, 2009

Bagas Godang Marga Rambe, agar generasi tak lupa moyang

 
Bagas Godang (rumah besar) Marga Rambe tentang silsilah Raja Rambe di Desa Tanjung Medan Kec. Bilah Barat Kab. Labuhan Batu, keturunan Marga Rambe Raja yang pertama adalah Raja Jadiatas Rambe yang membangun Dusun Tanjung Medan Desa Tanjung Medan merupakan peninggalan dari Raja Jadiatas Rambe Tanah ulayat sedangkan rumah peninggalan sudah tidak ada lagi.

Demikian Ridwan Rambe yang termasuk keturunan Raja Pandi Rambe, tadi pagi di rumah Bagas Godang di Dusun Tanjung Medan Desa Tanjung Medan.

Raja Jadiatas makamnya terletak di Dusun Tanjung Medan Desa Tanjung Medan Kec. Bilah Barat, Kab. Labuhan Batu, mempunyai lima orang anak. Pertama Baginda Pinayungan Rambe makamnya di Dusun Belungkut Kec. Marbau Kab.. Labuhanbatu Utara, anak yang kedua Jalobi Rambe yang makamnya terletak di Dusun Tanjung Medan, Desa Tanjung Medan, anak yang ketiga Jabatang Gari Rambe yang makamnya terletak di samping makam orang tuanya di Dusun Tanjung Medan Desa Tanjung Medan ujar Ridwan.

Anak yang keempat Japayungan Opung dari Rambe Kamarul Zaman anggota DPR RI tiga periode yang makamnya terletak di Pinarik Tapanuli Selatan dan anak yang kelima Jalangit Rambe yang makamnya terletak di Pinari Tapsel.

Ridwan mengatakan, raja kedua Raja Lela Wangsa yang makamnya terletak di Dusun Tanjung Medan Desa Tanjung Medan Opung dari Banua Ispensa Rambe (almarhum) mantan Bupati Labuhanbatu periode 1994-1999 yang mempunyai anak pertama Lobi Rambe yang makamnya terletak di Medan Sumut, anak yang kedua Resnal Rambe makamnya terletak di Rantau Prapat Kab Labulahan Batu.

Raja yang ketiga Raja Andak Rambe yang tidak mempunyai keturunan (Punu).

Raja yang keempat Raja Sam Rambe yang makamnya tidak ingat saya (Ridwan) Raja Sam Rambe mempunyai dua orang anak yang pertama Sahlan Rambe yang makamnya terletak di Perlayuan Kecamatan Rantau Utara Kab. Labuhanbatu dan yang kedua Ledin Rambe yang makamnya terletak di Dusun Tanjung Medan Desa Tanjung Medan .

Raja yang kelima Raja Pandi Rambe yang makamnya terletak di Dusun Tanjung Medan Desa Tanjung Medan yang mempunyai anak Azam Rambe yang makamnya di Medan Sumut, Manjoling Rambe yang masih hidup dan tinggal di Dusun Padang Laut Desa Tanjung Medan , Kayang Rambe yang makamnya terletak di Lombang Kelurahan Padang Matinggi Kec. Rantau Utara dan Adenan Rambe yang makamnya terletak di Dusun Tanjung Medan Desa Tanjung Medan yang mempunyai anak Karmil Rambe yang makamnya terletak di Dusun Tanjung Medan Desa Tanjung Medan, Ridwan Rambe, Sangkot Aghar Rambe, Tumpu Rambe dan Monang Rambe.

Tuesday, September 01, 2009

Jembatan Terpanjang di Humbahas Diresmikan

 
Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Marganti Manullang meresmikan jembatan Sijarango yang merupakan jembatan terpanjang di Humbahas yang kerjakan melalui dana PNPM, Jumat (28/8). Jembatan Desa Sijarango, menghubungkan Dusun Janji Matogu Dengan Dusun Huta, juga dapat tembus ke Desa Sibongkare Kecamatan Tara Bintang.

Pembangunan jembatan, untuk memperlancar angkutan hasil bumi warga. Kepala Kantor Pembangunan Masyarakat Desa (PMD) Humbahas, Parlaungan Lumban Toruan kepada METRO mengatakan, pembangunan jembatan sudah lama diharapkan warga, karena sangat dibutuhkan untuk mrmpercepat pembangunan desa, serta untuk pengangkutan hasil bumi.

"Program PNPM Pedesaan tidak dikenai pajak. Sehingga, dapat langsung dikerjakan masyarakat, meskipun hanya menggunakan dana Rp267 juta. Namun, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Humbahas," katanya. Jembatan dibangun bersal dari anggaran PNPM tahun 2008, dibangun secara gotong-royong oleh masyarakat dengan waktu pengerjaan sekitar 3 bulan dengan ukuran 4x16 meter.

Warga Huta Dalam, A Manik mengatakan sebelum jembatan dibangun, warga selalu kesulitan untuk mengangkut hasil bumi. Karena dusun mereka, memiliki jarak tempuh yang jauh dari Pakkat dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki. "Ada banyak hasil alam di dusun kami. Sebelumnya, harus kami angkut dengan jalan kaki, tapi sekarang kami dapat mengangkut menggunakan kenderaan. Karena sebelumnya, hanya sungai ini menjadi batas antar dusun kami dengan Desa Sijarango. Kami sangat bersyukur, dengan dibangunnya jembatan ini," ujarnya.

Wabup Humbahas, Marganti Manulang dalam sambutannya memaparkan, pentingnya gotong royong untuk dikembangkan di setiap daerah. Karena, selain dapat menumbuhkan rasa kekeluargaan, juga dapat mempererat hubugan antara masyarakat.

Digalakkannya bulan bakti gotong-royong, betujuan untuk memotivasi masyarakat semakin giat melaksanakan gotong-royong."Gotong-royong, dalam bahasa Batak Marsiruppa, merupakan salah satu budaya yang melekat bagi orang Batak sejak dulu. Karenanya, meskipun zaman sudah berubah dan semakin berkembang, akan tetapi jiwa gotong-royong harus tetap kdigalakkan," katanya.

Friday, June 05, 2009

Direktur RS Pirngadi Ditahan Diduga Korupsi Rp2 Miliar, Pejabat Pemko Gempar

 
Tak pernah dikira sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Dr Pirngadi Medan (RSUPM), Dr dr Umar Zein ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Kamis (4/6) sekira pukul 18.40 WIB. Umar Zein diduga korupsi. (Baca selanjutnya)

Sunday, January 04, 2009

First Indonesian Satellite Launch Vehicle Revealed

 
Tahun 2009, Indonesia akan menandai tahun kebangkitan teknologi ruang angkasa. Lapan, telah berhasil mengembangkan roket peluncur satelit yang membuat Indonesia sejajar dengan dunia maju dalam eksplorasi ruang angkasa.

First Indonesian-built satellite working well

 
The first Indonesian-built video surveillance satellite has successfully entered orbit and sent signal that it was working well, a local media report said on January 11. Weighing some 57 kg, the micro-satellite carries a high resolution colour video camera with a swath or coverage of 3.5 kilometers wide and a low resolution color video camera with a swath of 81 kilometers. The cameras have a resolution of five meters and 200 meters, respectively.

The satellite can be used for real-time monitoring of various conditions on Earth such as forest fires, volcanic activity and flooding. It will pass over Indonesia four times a day.

The satellite was launched on January 10 from the Indian Space Research Organization (ISRO)'s Satish Dhawan Space Center in Sriharikota, in the southern Indian state of Andhra Pradesh, using a Polar Satellite Launch Vehicle PSLV-C7 rocket.

First Indonesian-Developed Satellite To Be Launched In October

 
The Indonesian National Aeronautics and Space Agency (Lapan) is expected to launch the first Indonesian-developed satellite next October, a milestone that will put the country on the world map of space technology.
The micro-satellite Lapan-Tubsat would be launched into orbit in late October to take pictures of regions affected by the disasters that have plagued the country recently, including volcanoes, earthquakes, forest fires and tsunamis, the Jakarta Post newspaper reported Thursday.

"The satellite will carry a video camera that will feed us real-time pictures. It will be different from the existing satellite, which gives us a one- or two-week delay," Lapan Chairman Adi Sadewo Salatun was quoted as saying by the daily.

Bingung do pe dalan tu Pakkat?
Sukkun ma di son !