Theme images by MichaelJay. Powered by Blogger.

Titulo

recent

The Slider

ahanamasa

featured posts

berita
Showing posts with label Toleransi. Show all posts
Showing posts with label Toleransi. Show all posts

Sunday, June 24, 2018

Egoisme dan Lunturnya Kesetiakawanan: Warganet Batak Kesal KMP Sumut II Tinggalkan Korban #KMSinarBangun #DanauToba #PrayforDanauToba

 
ilustrasi
SOPO JAHA PAKKAT -- Informasi KMP Sumut II yang meninggalkan korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba (baca) baru-baru ini membuat warganet Batak kesal dan mengungkapkan kemarahannya di media sosial.

Hal itu dapat terlihat dalam beberapa kolom komentar Facebok dari media Tribunnews (baca). Walau ada yang mendukung kebijakan yang diambil KMP Sumut II yang hanya mengangkut tiga penumpang dari air, akan tetapi lebih banyak warga net yang marah karena tidak mengangkut semuanya. Setidaknya bisa mengurangi korban.

Bagi yang lahir di Bonapasogit atau di daerah masyarakat Batak (ada tujuh kabupaten di sekitar Danau Toba) sudah terbiasa dengan nasihat orang tua agar menjauhkan diri dari musibah. Mengapa? karena meminta tolong di daerah ini akan sangat sulit.

Baik itu karena medan musibah seringkali jarang manusia, di hutan atau di danau, maupun karena kebiasaan.

Mungkin tulisan ini berupa otokiritik kepada sesama masyarakat Batak, bahwa sudah saatnya kebiasaan buruk (walau pun ada juga yang baik) ditinggalkan.

Dulu ketika infrastruktur jalan di daerah Batak belum beraspal, pemilik mobil biasanya akan mengasah keterampilan tinggi agar mobil tidak sampai terjebak di lumpur di tengah hutan. Karena bagaimanapun akan sangat sulit untuk meminta tolong. Kalaupun ada perkampungan dekat lokasi, itupun akan butuh waktu lama negosiasi karena berhubungan erat dengan uang.

Perlu diingat, tidak ada tim SAR di perkampungan dan pedalaman. Kalaupun ada pegawai Kantor Desa yang bertugas untuk mengatasi musibah, tetap saja ujungnya adalah uang yang jumlahnya sangat relatif yang bisa dimaknai 'habis-habisan'.

Begitu juga jika ada mobil mobil masuk jurang, maka tingkat kesulitan akan semakin tinggi. Penderitaan bisa sampai batas maksimum terbawah kemanusiaan.

Lucunya, ketika ada pihak yang terketuk hatinya untuk menyediakan berbagai alat penyelamat seperti dongkrak, rantai penarik dll demi memudahkan sesama yang tertimpa musibah, karena terlalu sering terjadi, tidak jarang orang baik seperti ini akan dibenci. Mengapa? ya itu karena dikira mengurangi potensi pemasukan warga sekitar. What?

Contoh lain. Pada tahun 1995, sebuah rombongan anak sekolah berwisata ke Danau Toba. Mereka lalu menyewa perahu untuk keliling Danau Toba. Perahu diisi dengan sekitar 40 orang.

Tingkat keselamatan kapal itupun sangat rendah. Terbukti ketika para siswa ingin melihat pemandangan ke kiri, para siswapun ada yang penasahan untuk bergeser ke kiri. Hasilnya, kapalpun oleh ke kiri dan hampir terbalik.

Tidak ada peringatan sebelumnya dari kapal mengenai tingkat keselamatan, cara memakai baju pelampung dan lain sebagainya karena semuanya tampaknya sangat sederhana.

Uniknya, kegembiraan dalam mengarungi Danau Toba bisa berumah menjadi kecewa karena pemilik perahu bisa saja menambah uang tambahan dengan berbagai alasan. Misalnya, jalurnya terpaksa lebih jauh dan ini itu yang merusak suasana.

Lagi, pada saat siswa berenang dipantai, yang masuknya bayar. Salah satu di antara siswa ada yang terseret arus ke tempat yang dalam. Gurupun meminta tolong dengan beberapa pria di tempat yang menjaga pantai dan menerima ongkos masuk.

Lucunya, beberapa pria yang memegang pelampung itu ogah untuk menyelamatkan. Alasannya, penyelamatan itu ada biayanya. Jikapun diiyakan, pria 'penyelamat' itu meminta agar dibayar di depan, karena dia mengaku bahwa banyak orang yang tenggelam di Danau Toba, tidak memberi uang terima kasih setelah diselamatkan.

Dengan negosiasi yang begitu panjang, beruntung ada seorang siswa yang bisa berenang tadinya tidak ikut berenang karena jalan-jalan ke warung, langsung terjun ke danau menyelamatkan temannya itu.

Korbanpun dapat diselamatkan dan negosiasi batal. Pria petugas itupun berlalu tanpa perasaahan bersalah. Hei, di mana kesetaikawanan?

Mungkin saat ini, pengalamat itu akan tidak akan terulang karena bisa saja sudah ada petugas yang profesional.

Lihat di sini berita KM Sinar Bangun

Baca di sini komentar marahnya warga net kepada Kapten KMP Sumut II pada kolom komentar (lihat)

Wednesday, June 29, 2016

Bagas Parsadaan

 
Toga Marbun telah meresmikan ‘Bagas Parsadaan’ di Desa Bakkara, Kecamatan Bakti Raja, Humbang Hasundutan pada 28-29 Desember 2012. Istilah ‘Bagas Pasardaan’ diambil dalam Bahasa Toba yang bermakna ‘rumah keharmonisan’.

More

Monday, February 12, 2007

Walokota Melayu Bantu Bangun Gereja HKBP di Binjai

 
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Binjai Baru Sukses Dukungan Walikota Binjai

Feb 10, 2007 at 10:00 PM
Medan (SIB)

Pesta pembangunan Gereja HKBP Resort Binjai Baru Jalan Dr Wahidin Pasar 1
Desa Jati Makmur Kecamatan Binjai Utara yang berlangsung selama dua hari, dihadiri seribuan umat kristiani berlangsung sukses. Hal itu terlaksana dengan baik berkat dukungan Walikota Binjai HM Ali Umri SH MKn. Demikian diungkapkan Praeses Distrik XXIII Langkat Pdt Monang Silaban STh, kepada SIB seusai mengikuti dialog antara panitia pembangunan dan umat muslim Desa Jati Makmur, Sabtu (10/2).

Sebelumnya, praeses bersama panitia pesta pembangunan hadir di kantor Dispenda Kota Binjai mengadakan dialog dengan umat muslim turut dihadiri Wakil Walikota Drs Anhar Monel, Wakapolresta Binjai Kompol Irwan Anwar , Kandepag Binjai , Ketua FKUB Dr HT Murad El Fuad ,SpA, Kasat Intelkam AKP Zulkarnain Sinulingga, Kasat Samapta AKP J Nababan, Ketua FPI Sumut Heriamansyah dan Sekjen Indra Suheri dan masyarakat Lingkungan II Jati Makmur.

“Dialog berjalan baik dan pesta dapat dilaksanakan hingga besok (Minggu 11/2-Red). Semua pembicaraan dan kesepakatan itu terlaksana baik dan akhirnya kondusif karena kebijakan Walikota Binjai yang berada diatas agama tanpa membedakan agama,” ungkap praeses.

Untuk itu, lanjut praeses didampingi Panitia Pesta Pembangunan HKBP Resort Binjai Baru dan Resort Binjai, GT Siregar, Letkol (Purn) A Sihite, Drs HM Nainggolan dan St Aritonang, mengimbau seluruh jemaat, sesuai dengan kesepakatan acara Pesta dan Kebaktian hari kedua, Minggu (11/2) akan dipercepat. Kepada seluruh jemaat se- Distrik XXXIII Langkat maupun dari denominasi lainnya hadir pukul 08.30 WIB.
Menyinggung kehadiran Gubsu Drs Rudolf Pardede, Presiden Dewan Gereja Sedunia DR SAE Nababan,LLD pada acara puncak, Praeses mengaku yang dipastikan hadir hanya Sekjen HKBP Pdt WTP Simarmata STh.

Sementara acara pesta pembangunan dibuka dengan acara kebaktian yang diambil dari Mazmur 26:8 a (Tuhan, aku cinta pada rumah kediamanMu). Dilanjutkan lelang untuk pengumpulan dana, tor-tor dari berbagai Weiyk Resort Binjai Baru dan Ressort Binjai diselang-selingi dengan hiburan serta makan bersama. Sedangkan puncak acara akan dilanjutkan Minggu (11/2-Red) dihadiri jemaat se- Distrik dari denominasi gereja lain.

Bingung do pe dalan tu Pakkat?
Sukkun ma di son !